Kosong
Aku dan kamu adalah sepasang kita yang menjelma ruang yang tak sekejap...
Berjalan beriringan...
Mencoba saling memahami, mengerti
Bahkan mengalah atas apa yang mampu diperdebatkan, hanya karna tak ingin ada sendu diantara kita...
Baik aku ataupun kamu,
Selalu mencoba menjadi versi yang terbaik atas segala apa yang telah dibangun,
Ternyata benar...
Rasa manis pada permen selalu ada di angka satu,
Selebihnya kepingan-kepingan rasa yang harus tetap di tepati atau justru di tanggalkan...
Ternyata benar,
Mempertahankan tak semudah apa yang di ucapkan...
Perasaan lelah ketika tak dihiraukan memang menyesakan...
Lalu hati tak seirama dengan logika,
Tersisalah kepingan emosi yang memilukan
Ternyata pula, aku memang bahagia bersamamu...
Kau, pelangi yang hadir setelah hujan
Tempat ternyaman ketika semesta seakan menolak...
Bersamamu, aku seperti putri yang ada didongeng-dongeng yang sering diceritakan sebelum tidur...
Namun...
Ruang yang menjelma kita tak cukup hanya dipondasikan seperti itu...
Kita membangun ruang tak sendiri
Ada aku dan kamu ...
Kita terlampau sering terlupa akan kesadaran untuk sejenak mendengarkan merenungkan lalu menerima dan memperbaiki,
Bukan membiarkan lalu acuh dan merasa paling benar...
Namun lagi-lagi kau begitu menyesakan...
Hingga akhirnya aku memilih memasrahkan atas segala yang pergi dan datang...
Semoga setelah ini kita baik-baik saja,
Atas segala yang telah terjadi semoga mendewasakan kita...
With love
-afn-
###
Setelah sekian lama ga nulis katakata galau, semoga mampu menghibur sejenak dari kegabutan tementemen yang baca wkwk
Berjalan beriringan...
Mencoba saling memahami, mengerti
Bahkan mengalah atas apa yang mampu diperdebatkan, hanya karna tak ingin ada sendu diantara kita...
Baik aku ataupun kamu,
Selalu mencoba menjadi versi yang terbaik atas segala apa yang telah dibangun,
Ternyata benar...
Rasa manis pada permen selalu ada di angka satu,
Selebihnya kepingan-kepingan rasa yang harus tetap di tepati atau justru di tanggalkan...
Ternyata benar,
Mempertahankan tak semudah apa yang di ucapkan...
Perasaan lelah ketika tak dihiraukan memang menyesakan...
Lalu hati tak seirama dengan logika,
Tersisalah kepingan emosi yang memilukan
Ternyata pula, aku memang bahagia bersamamu...
Kau, pelangi yang hadir setelah hujan
Tempat ternyaman ketika semesta seakan menolak...
Bersamamu, aku seperti putri yang ada didongeng-dongeng yang sering diceritakan sebelum tidur...
Namun...
Ruang yang menjelma kita tak cukup hanya dipondasikan seperti itu...
Kita membangun ruang tak sendiri
Ada aku dan kamu ...
Kita terlampau sering terlupa akan kesadaran untuk sejenak mendengarkan merenungkan lalu menerima dan memperbaiki,
Bukan membiarkan lalu acuh dan merasa paling benar...
Namun lagi-lagi kau begitu menyesakan...
Hingga akhirnya aku memilih memasrahkan atas segala yang pergi dan datang...
Semoga setelah ini kita baik-baik saja,
Atas segala yang telah terjadi semoga mendewasakan kita...
With love
-afn-
###
Setelah sekian lama ga nulis katakata galau, semoga mampu menghibur sejenak dari kegabutan tementemen yang baca wkwk
Uwis sekali
BalasHapusKomen sekali lagi, typo.
BalasHapusUwuw sekali😍
Obat peninggi badannya kaka 🤓
BalasHapusWahhh keren gun puisinya
BalasHapus