Kosong
Aku dan kamu adalah sepasang kita yang menjelma ruang yang tak sekejap... Berjalan beriringan... Mencoba saling memahami, mengerti Bahkan mengalah atas apa yang mampu diperdebatkan, hanya karna tak ingin ada sendu diantara kita... Baik aku ataupun kamu, Selalu mencoba menjadi versi yang terbaik atas segala apa yang telah dibangun, Ternyata benar... Rasa manis pada permen selalu ada di angka satu, Selebihnya kepingan-kepingan rasa yang harus tetap di tepati atau justru di tanggalkan... Ternyata benar, Mempertahankan tak semudah apa yang di ucapkan... Perasaan lelah ketika tak dihiraukan memang menyesakan... Lalu hati tak seirama dengan logika, Tersisalah kepingan emosi yang memilukan Ternyata pula, aku memang bahagia bersamamu... Kau, pelangi yang hadir setelah hujan Tempat ternyaman ketika semesta seakan menolak... Bersamamu, aku seperti putri yang ada didongeng-dongeng yang sering diceritakan sebelum tidur... Namun... Ruang yang menjelma kita tak cukup hanya ...